Rabu, 25 April 2012

sistematika tumbuhan mawar ( laporan praktikum)

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIKA TUMBUHAN TUMBUHAN BUNGA TUNGGAL
 OLEH 
KELOMPOK IX 

1. Maria Novitasari 11 01 01 081 
2. M. Adam Firlansyah 11 01 01 075
3. Novita Sari Oktarina 11 01 01 079
4. Oktavia Andriani 11 01 01 083 
5. Rahmmat 11 01 01 085
 S1 REGULER B 
 NAMA DOSEN : Masayu Nur Azizah S. Si 

 SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI BHAKTI PERTIWI TAHUN AJARAN 2011 – 2012

MAWAR Rossa sp 
Tanggal : 19 April 2012 
Nomor : 09 
Nama Ilmiah : Rossa sp 
Nama Lokal : Mawar Famili : Rossaceae 
Lokasi : Jl. Gubernur Hasan Bastari, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. 

Keterangan : Deskripsi 
• Habitus : Perdu, legak atau sedikit memanjat, linggi 1 - 2 m 
• Batang : Bulat, berduri, masih muda licin setelah tua kasar, berusuk, coklat 
• Daun : Majemuk, menyirip ganji l, pangkal tangkai bersayap. Corak dau bentuk dual, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi bergerigi, panjang 3 - 6 cm, lebar 2 - 5 cm, pertulangan menyirip, permukaan licin, hijau
• Bunga : Tunggal, di ujung cabang atau batang, kadang tersusun dalam kelompok, kelopak bentuk segitiga, berbulu, panjang + 1 cm, hijau, bakal buah tenggelam benang sari jumlah banyak, kuning, mahkota bentuk dual asimetris, panjang 2 – 4 cm, halus, merah muda. 
• Buah : Tunggal, bentuk bulat, ujung terdapat bekas kelopak, diameter 0,5 -1 m, oranye, • Bji : Bulat, keras, kecil, pulih kelabu.
• Akar : Tunggang, kuning oranye.   

BAB I PENDAHULUAN

 1.1. Latar Belakang 
Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan mahluk hidup. Untuk itu mahasiswa yang mempelajari ilmu sains diharapkan bisa meneliti morfologi dari pada berbagai jenis tumbuhan. Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat, hingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu. Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri sendiri adalah Morfologi Tumbuhan. Morfologi Tumbuhan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhanpun sudah demikian besar perkembangannya hingga dipisahkan menjadi morfologi luar dan morfologi saja (morphology in sensu stricto = dalam arti yang sempit) dan morfologi dalam atau anatomi tumbuhan. Bunga (flos) merupakan salah satu organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara generatif yang memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda menurut jenisnya, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Jika kita memperhatikan suatu bunga, mudahlah diketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Mengingat pentingnya bunga pada tumbuhan, pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaik-baiknya. Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya, warnanya, baunya, ada dan tidaknya madu ataupun zat lain. Oleh karena itu, melalui praktikum ini pula kita dapat mengetahui dan lebih memahami tentang bunga. Daun (Folium) merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat hanya pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tumbuhan. Daun mempunyai helaian daun (lamina) yaitu bagian yang melebar yang bertaut pada batang oleh sebuah tangkai daun (petiolus). Buku-buku (nodus) adalah bagian batang tempat duduk atau melekatnya daun. Tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun merupakan tempat proses fotosintesis sehingga pada umumnya pipih dan melebar. Daun lengkap terdiri dari bagian pelepah daun, tangkai daun dan helai daun. Jika tidak mempunyai salah satu atau kedua bagiantersebut maka di sebut daun tidak lengkap. Umumnya tumbuhan berdaun tidak lengkap, dapat berupih, bertangkai atau duduk langsung pada batang. Bentuk daun beraneka ragam sehingga sering digunakan untuk mengenali jenis tumbuhan. Bentuk umum daun ditentukan berdasarkan letak bagian daun yang terlebar, perbandingan lebar dengan panjang helai daun, dan pertemuan antara helai daun dengan tangkai daun, bentuk pangkal, ujung dan tepi daun. Keragaman daun juga dapat dilihat pada susunan pertulangan daun, ketebalan helai daun, dan warna serta bagian permuaannya. Anonim 2012, http://noberanagbio.blogspot.com/2011/11/bab-i-pendahuluan_9619.html, diakses pada tanggal 24 April 2012, pukul 19:25 WIB. 

 1.2. Tujuan Praktikum 
Adapun tujuan dari praktikum bunga tunggal yaitu untuk mempelajari bermacam-macam bentuk dan susunan bunga pada bunga tunggal.

 BAB II TINJAUAN PUSTAKA
 A. Rossa sp . (Mawar) a. Morfologi Perdu, legak atau sedikit memanjat, linggi 1 - 2 m, batang bulat, berduri, masih muda licin setelah tua kasar, berusuk, coklat, daun majemuk, menyirip ganji l, pangkal tangkai bersayap. Corak dau bentuk dual, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi bergerigi, panjang 3 - 6 cm, lebar 2 - 5 cm, pertulangan menyirip, permukaan licin, hijau, bunga tunggal, di ujung cabang atau batang, kadang tersusun dalam kelompok, kelopak bentuk segitiga, berbulu, panjang + 1 cm, hijau, bakal buah tenggelam benang sari jumlah banyak, kuning, mahkota bentuk dual asimetris, panjang 2 – 4 cm, halus, merah muda. Buah tunggal, bentuk bulat, ujung terdapat bekas kelopak, diameter 0,5 -1 m, oranye, biji bulat, keras, kecil, pulih kelabu, akar tunggang kuning oranye.

b. Klasifikasi Ada pun klasifikasi bunga mawar sebagai berikut : 
  1. Kingdom : Plantae (Tumbuhan) 
  2. Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) 
  3. Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) 
  4. Ordo : Resales 
  5. Famili : Rossaceae 
  6.  Genus : Rossa 
  7. Spesies : Rossa sp 

c.Ekologi Tumbuhan yang umumnya ditanam sebagai lanaman hias di pekarangan. Tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan kandungan humus yang tinggi dan tata air cukup, mulai dari ketinggian 200 m sampai 1800 m di alas permukaan laut. Berbunga pada bulan Mei sampai September, pengumpulan bahan dapat dilakukan sepanjang tahun.

 d. Nilai Medis Bagian yang digunakan :Bunga, daun dan akar dalani keadaan segar atau setelah dikeringkan. Kegunaannya untuuk nyeri haid, haid tidak teralur, radang sendi Khasiat dan pemanfaatan obat nyeri haid: bunga mawar segar sebanyak 15 gram, dicuci direbus dengan 200 ml air hingga mendidih selama 5 rnenit, dinginkan dan disaring kemudian minum sekaligus, 

 e. Nilai Komersial Mawar dapat digunakan sebagai tanaman hias (ornamental plants) juga dapat dipakai sebagai obat tradisioanal. Akar daun mawar mengandung saponin, kardenolin dan tanin, sedangkan bunganya mengandung flavonoid dan polifenol. 

 B. Hibiscus rosa sinensis (kembang sepatu) 
a. Morfologi Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan(epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima. Bunga berbentuk terompetdengan diameter bunga sekitar 5 cm. hingga 20 cm. Putik (pistilum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah (Anonim, 2012). 

 b. Klasifikasi Adapun klasifikasi kembang sepatu menurut Plantamor, 2011 adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Malvales Famili : Malvaceae Genus : Hibiscus Spesies : Hibiscus rosa-sinensis

 c. Ekologi Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu) dapat tumbuh pada wilayah tropis dan subtropis, dengan ketinggian mencapai 1.700 meter di atas pernukaan laut. Tipe tanah yang dapat ditumbuhi oleh kembang sepatu, banyak mengandung unsur hara dengan kelembaban berkisar antara 31-33%. Curah hujan yang dibutuhkan berkisar antara 670-4.200 mm per tahun, suhu berkisar antara 26-30°, pH tanah berkisar antara 5,5. Daerah penyebarannya yaitu India dan Tiongkok (Morton, J. 1987). 

 d. Nilai medis Daun, bunga, dan akar Hibiscus rosa-sinensis mengandung flavonoida. Di samping itu daunnnya juga mengandung saponin dan polifenol, bunga mengandung polifenol, akarnya juga mengandung tanin, saponin, skopoletin, cleomiscosin A, dan cleomiscosin 

C. Daun Hibiscus rosa-sinensis berkhasiat sebagai obat demam pada anak-anak, obat batuk, dan obat sariawan. Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu juga dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol darah total dan menurunkan kadar gula darah (Sachdewa A, and Khemani LD, 2003).

D. Nilai komersial Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu) banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bunganya yang sangat indah. Selain itu, kembang sepatu dapat digunakan sebagai UV Whitening lainnya seperti mask cream, night cream, dan facial scrub yang tentunya setiap produk tersebut masing-masing mempunyai nilai jual (Van Steenis, 2000). 

 BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

5.1. Waktu dan Tempat Praktikum morfologi tumbuhan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 12 April 2012 Waktu : 10.00 – 12.00 WIB 
Tempat : Laboratorium Sistematika Tumbuhan STIFI Bhakti Pertiwi 

 5.2. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu : 
 1. Buku gambar 
2. Alat tulis menulis 
3. Kertas karton putih 32 x 48 cm 
4. Pensil warna 
5. Plastik bening 
6. Isolasi
7. Double tip 
8. Jarum dan Benang jahit 
9. Bunga Kenikir 
10. Kembang Sepatu 
11. Bunga Mawar 
12. Bunga Lilin 

 5.3. Cara Kerja 

 5.3.1 Cara Kerja di Rumah 
• Tanaman di ambil dari lapangan 
• Diletakkan diatas Koran 
• Disemprot dengan alkohol 70% secara menyeluruh 
• Tutup kertas Koran 
• Keringkan dibawah sinar matahari 
• Di press dengan triplek atau kardus 
• Secara berkala ganti korannya dan jemur kembali 5.3.2 Cara Kerja di Laboratorium 
• Karton putih yang sudah siap pakai diletakkan diatas meja 
• Diletakkan tanaman yang sudah kering diatas karton 
• Dijahit dengan benang 
• Dibungkus plastic dengan rapi 

 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 

 4.1. Bunga Mawar 

Klasifikasi 
  1.  Kingdom : Plantae (Tumbuhan) 
  2. Divisi : Magnoliophyta 
  3.  Kelas : Magnoliopsida 
  4.  Ordo : Resales 
  5. Famili : Rossaceae
  6.  Genus : Rossa 
  7. Spesies : Rossa sp 

Keterangan   :  
1. Flos 
2. Caulis 
3. Folium 
4. Stamen 
5. Stigma 
6. Corolla 
 Deksripsi : Perdu, legak atau sedikit memanjat, linggi 1 - 2 m, batang bulat, berduri, masih muda licin setelah tua kasar, berusuk, coklat, daun majemuk, menyirip ganji l, pangkal tangkai bersayap. Corak dau bentuk dual, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi bergerigi, panjang 3 - 6 cm, lebar 2 - 5 cm, pertulangan menyirip, permukaan licin, hijau, bunga tunggal, di ujung cabang atau batang, kadang tersusun dalam kelompok, kelopak bentuk segitiga, berbulu, panjang + 1 cm, hijau, bakal buah tenggelam benang sari jumlah banyak, kuning, mahkota bentuk dual asimetris, panjang 2 – 4 cm, halus, merah muda. Buah tunggal, bentuk bulat, ujung terdapat bekas kelopak, diameter 0,5 -1 m, oranye, biji bulat, keras, kecil, pulih kelabu, akar tunggang kuning oranye. 

4.2. Bunga Lilin 

 Klasifikasi 
  1.  Kingdom : Plantae 
  2.  Divisi :Magnoliophyta 
  3.  Kelas : Magnoliopsida 
  4.  Ordo : Scrophulariales 
  5.  Famili : Acanthaceae
  6.  Genus : Pachystachys 
  7.  Spesies : Pachystachys lutea L. 

 Keterangan   :
1. Flos 
2. Caulis 
3. Folium 
4. Stamen 
5. Stigma 
6. Corolla 
Deskripsi Bunga lilin tumbuh baik pada ketinggian 10-1500 meter diatas permukaan laut. Batangnya bulat, beruas-ruas, kasar, dan berwarna hijau kecoklatan. Daunnya tunggal, bersilangan berhadapan, tidak bertangkai. Helaian daun berbentuk lanset, ujung dan pangkalnya meruncing. Daun berwarna hijau dengan permukaan daun kasar, panjang daun 5-15 cm dan pertulangan menyirip. Tanaman bunga lilin ini berbunga pada musim panas dengan bunga majemuk yang keluar di ujung batang atau cabang. Bentuk bunga bulir dengan seludang bunga berbentuk oval dan ujung meruncing. Bunga tersusun seperti bongkol, dengan ukuran bervariasi dan berwarna kuning.Kelopak bunga berlepasan, bentuk jarum, panjang 1-1,5 cm, dan berwarna kuning. Benang sari 2 dengan kepala sari berbentuk panah dan berwarna hijau. Mahkota bunga berbentuk paruh, ujung bercangap 2, asimetris, panjang 3-8 cm, halus, dan berwarna putih. Buahnya kotak, bulat telur, kasar, dengan panjang 3-8 mm, dan berwarna hijau. Bijinya bulat, jumlah banyak, keras, dan berwarna hitam. Akarnya serabut, coklat kehijauan. 

 4.3. Bunga Kenikir 

 Klasifikasi 

  1.  Kingdom : Plantae 
  2.  Divisi : Angiospermae 
  3.  Kelas : Dicotyledone 
  4.  Ordo : Asterales 
  5.  Famili : Compositae 
  6.  Genus : Cosmos 
  7.  Spesies : Cosmos caudatus 


 Keterangan    :
1. Flos 
2. Caulis 
3. Folium 
4. Stamen 
5. Stigma
6. Corolla 
 Deskripsi Herba, semusim, tinggi 0,5 - 1,5m. Batang : Bulat, tegak, beralur, bercabang, putih kehijauan. Daun : Majemuk, bentuk lanset, ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 3-15cm , hijau. Bunga : Majemuk, berbentuk cawan, tangkai panjang, daun pembalut berbentuk lonceng, kepala putik bercabang 2, benang sari kuning, ungu. Buah : Bentuk lonceng, panjang 1-1,5cm. Biji : Bentuk jarum, hitam. Akar : Tunggang, putih kekuningan 

 4.4. Kembang Sepatu 

Klasifikasi 

  1. Kingdom : Plantae 
  2. Divisi : Spermatophyta 
  3. Kelas : Dicotyledoneae 
  4. Ordo : Malvales 
  5. Famili : Malvaceae 
  6. Genus : Hibiscus 
  7. Spesies : Hibiscus rosa sinensis 


Keterangan    :

1. Flos 
2. Caulis 
3. Folium 
4. Stamen 
5. Stigma 
6. Corolla 
 Deksripsi Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan(epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima. Bunga berbentuk terompetdengan diameter bunga sekitar 5 cm. hingga 20 cm. Putik (pistilum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. 

 BAB V KESIMPULAN 

 A. Daftar Pustaka 

http://www.scribd.com/doc/34804576/MORFOLOGI-MAWAR 
http://id.wikipedia.org/wiki/Mawar ftp://komo.padinet.com/free/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku5/5-088.pdf 

 B. Lampiran

1 komentar: